Bergerak Menuju Perubahan

Karena perubahan besar dimulai dari yang kecil…

Pusat pengkodean ulang perilaku-perilaku itu adalah cara berpikir yang menentukan cara bekerja. Ini adalah saatnya melakukan Re-Code Pikiran, dari hubungan yang berfokus pada kesalahan (problem-based) dan pasif (you tell them), menjadi lebih produktif dan berorientasi pemecahan masalah (solution-based) dan aktif (we ask them, they tell us). Jalankan berulang-ulang, maka terbentuklah keindahan manusia pada organisasi baru yang cerdas.

Rhenald Kasali. Re-Code Your Change DNA.

Pemikiran untuk berorientasi menyelesaikan masalah (problem solving oriented) daripada masalah itu sendiri saya dapatkan ketika bekerja sebagai manajer di sebuah rumah sakit. Waktu itu direktur tempat saya bekerja menganjurkan untuk melakukan hal itu pada setiap rapat. Baik rapat insidentil menyangkut kinerja karyawan, kasus-kasus medis, maupun rapat rutin antar manager dan direksi.

Di tempat di mana budaya menyalahkan orang lain supaya diri sendiri selamat, hal ini agaknya tidak mudah dilaksanakan. Bagai akar yang sudah lama merambat ke mana-mana sehingga akhirnya susah dicabut. Adanya budaya senior-junior dari jaman feodal dahulu. Adanya Power Syndrome dalam diri masing-masing individu membuat perubahan semakin jauh di mata (tapi dekat di hasrat untuk berubah, nah lho!?).

Manusia butuh sosok pemimpin yang bisa membawanya bergerak ke arah perubahan. Masih ingat slogan capres Amerika Serikat, Barrack Obama yang meneriakkan “Change!”. Masyarakat di sana memerlukan perubahan. Iya, perubahan menjadi lebih baik, lebih demokratis, lebih pro kerakyatan. Harapan perubahan itulah yang membawa Obama terpilih menjadi presiden berkulit hitam pertama di Amerika Serikat.

Demikian juga perubahan, yang dimulai dari struktur organisasi terkecil. Apakah itu hubungan antara penjaga toko dengan pemilik toko, apakah itu hubungan antara petugas cleaning service dengan manajernya, apakah itu hubungan seorang satpam dengan komandannya. Karena perubahan besar dimulai dari yang kecil (terutama dari diri sendiri dahulu). Dari kelompok-kelompok kecil ini akan menunjang suatu manajerial yang lebih besar, dan akhirnya menunjang suatu industri yang menunjang orang banyak pula.

Dan lakukan pula berulang-ulang. Habit is a process. Bagaimanapun juga tiap orang mempunyai sikap yang berbeda-beda terhadap perubahan. Ada yang antusias dan cepat tanggap. Ada yang menunggu. Ada pula yang skeptis dan tidak melakukan apa-apa. Tetapi kesemuanya tetap harus beradaptasi dengan perubahan, kalau tidak mau tersingkir dari arus kehidupan (yang tentunya selalu berubah).

Sudah siapkah Anda berubah?

UNTUK ANDA (SAYA) YG TAKUT MEMULAI..

mau bikin ini, mau bikin itu, mau belajar internet marketing, mau ngerintis usaha, mau ngurus ini, mau ngurus itu.. ahh.. tapi kok malas rasanya.

Baca judulnya, sebenernya lebih ditujukan ke diriku sendiri. tadi pagi,aku kepikiran,kok dari kemarin gak ngapa2in ya.. banyak rencana, mau bikin ini, mau bikin itu, mau belajar internet marketing, mau ngerintis usaha, mau ngurus ini, mau ngurus itu.. ahh.. tapi kok malas rasanya.

Ada bacaan bagus WIRAUSAHA MUDA MANDIRI, baru baca 2 profil, tapi rasanya udah panas hatiku ini.. pengen seperti mereka. pengen.. pengen.. tapi kok gak jalan-jalan? Banyak orang pengen kaya, pengen sukses, pengen segalanya. Tapi hanya sedikit yang berhasil. Apa bedanya yang berhasil dengan yang gagal? Ya itu.. Take action! Pernah denger perumpamaan : “Berat sekali untuk memulai sesuatu, tapi kalau sudah jalan enak jalannya.” Mungkin momen ini aku masih di tahap berat-nya itu.. (haha.. justify lagi sejak 1,5 tahun yg lalu sepulang PTT).

Ya okelah, kamu khan udah berusaha? Take action ikut berbagai seminar. Mulai dari seminar motivasi, self development, property, internet marketing, bahkan seminar options. Langsung action juga invest duit di pasar saham US sana? Iya, setelah serakah (krn untung banyak) modalpun ludes habis..bis.. (padahal itu uang jerih payah hasil PTT 1 tahun di dunia yang sedikit terjamah kemajuan jaman). Lalu sekarang mana hasilnya?

Sebelum tercetus keinginan untuk menulis notes ini, aku merenung dan mengamati anakku yang baru 8 bulan mencoba merangkak dan bersimpuh di atas lututnya. Aku tercekat kaget saat menyadari bahwa kita semua sama – sama berawal dari tidak bisa berjalan, hanya merangkak. Ingatkah kita proses saat kita belajar berjalan? (aku ingat waktu pertama kali bisa jalan, dan terjatuh, aku langsung menangis krn menyesal, lho?) Berapa kali kita jatuh? Berapa kali terbentur kepalanya? Berapa kali kita menangis kesakitan? (pasti gak pada ingat khan? boro2 ngitung, tau angka saja belum, hehe..) Untungnya kita tidak pernah patah semangat untuk terus mencoba.. mencoba.. dan mencoba.. (bayangkan jika kita semua tidak pernah mau terus mencoba berjalan.. gak usah dibayangin deh, jadi inget ama judul film bioskop yang serem, hehe..)

Ada quote bagus dari Prof. Rhenald Kasali : ” Maka dari itu, bergeraklah, bergegaslah, jangan hanya berpikir, berpikir, dan berpikir di atas kertas terlalu lama. Kembangkan imajinasimu dan carilah pintu-pintu itu, ketuk satu persatu dari puluhan dan ratusan pintu yang kelak ada magnet yang tertarik. Namun pintu itu mungkin berujung pada pintu penjaga, pintu ruang tunggu yang hanya persinggahan sementara Anda. Anda harus keluar dan mencari pintu-pintu lainnya. Banyak orang terperangkap masuk ke ruang tunggu itu, dan mereka keasyikan berada di sana, mereka terkurung dalam ruang kenyamanan. Seorang CEO pernah menyatakan sukses adalah outcome dari pilihan. Ada orang yg terkunci dalam pilihan-pilihan itu dan terperangkap di sana, namun ada yang berhasil keluar dan menciptakan pilihan baru. Demikian dalam berwirausaha, kita memilih, mencari, menemukan, beralih, dan beradaptasi, dan tak pernah berpuas diri, selalu terus belajar. ”

Kalau menurut Tung Desem Waringin dan Adi W Gunawan, ada cara untuk merubah pilihan kita, yaitu dengan mempunyai emosi yang tepat. Jangan gantungkan emosi kita pada dunia di sekeliling kita. Ubah emosi dengan gerakan2 tertentu. Fokus dan punya belief system yang baik. Dan ubah pertanyaan yang Anda ajukan menjadi Apa Ruginya/Untungnya bila tidak dilakukan sekarang?

” It’s not what happen to you. It’s what you do about it.” – W. Mitchell.

” Orang gila adalah orang yang menginginkan perubahan, tetapi melakukan hal lama yang sama terus menerus berulang-ulang. ” – Albert Einstein.

Jadi, maukah Anda (saya) disebut orang gila?