Fokus pada satu hal

Saya punya pengalaman kurang mengenakkan ketika saya ingin mengerjakan semua dan kurang fokus.
Kemarin sekitar pukul 16.30 WIB sy jaga sore di tempat praktik sy yg satu lagi di Anyer, sambil menunggu beberapa jam saya menulis draft buku. Karena sy merasa tidak ada pasien dan waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 saya pulang karena berpikir biasanya ramai di tempat praktik saya yg utama di Cilegon.
Sesampainya di Cilegon ternyata sudah ada 3 pasien yang pulang karena tidak bertemu dengan saya. Yang lebih menyesakkan, esoknya saya mendapat kabar 30 menit setelah saya pulang, ada 2 pasien datang untuk berobat tetapi akhirnya pulang lagi.
Pelajarannya : pilih salah satu, jangan salah dua atau tiga. Begitulah apabila kita masih berkutat di kuadran self employee

Meminta maaf

fb_img_1449295089473.jpgMeminta maaf..
Membutuhkan hati yang lapang
Menggunakan pemikiran yang dewasa
Menjalankan kebijakan dalam sikap

Meskipun terkadang kesalahan bukan kita yang perbuat

Meminta maaf..
Sudah membuat yang bersangkutan susah hati meski karena miskomunikasi
Sudah menyakiti meski salah persepsi
Suasana jadi marah benci walau karena ego yang tinggi

Meminta maaf..
Demi menjalin silaturahmi
Menyambung komunikasi
Membuat hubungan lebih berarti
Hidup hanya sekali
Waktu pun tak terbagi

Sudahkah Anda meminta maaf hari ini?

Lari dari masalah

Saya baru saja lari dari kenyataan..
Lari dari masalah..
Meskipun hanya satu jam..
Ditemani sebotol bir..

Saya baru saja lari dari masalah..
Ketika beban kian berat tertahan
Tak ada kawan
Hanyalah sebungkus kacang..

Saya baru saja lari dari masalah..
Ketika tampak tak ada asa
Seperti setitik air tersisa
Dari botol minum pengembara
Yang tersesat di belantara

Saya baru saja lari dari masalah..
Ketika tersadar
Botol bir kaleng zero alkohol
Dan sebungkus kacang kulit
Habis tak beredar

Saya baru saja lari dari masalah..
Namanya juga lari..
Masalah masih ada.. bahkan bertambah
Karena kumasukkan kalori
Di tubuhku yang tambun ini

Masalah ada untuk dihadapi
Bukan untuk diajak lari
Sampai kapanpun kau tak akan menang
Ia menempel bagai bayang-bayang
Jadi harus kau tuntaskan
Karena di situ ada pembelajaran

Kenali Pelanggan Anda

Baru saja saya datang ke sebuah bank dengan tergesa2 hanya untuk menarik uang di atmnya, tiba2 ada sapaan : “Selamat pagi pak dokter!”
Sekilas saya pikir mungkin pasien atau seseorang yg saya kenal, ketika saya tengok ke arah suara, berdirilah seorang pria berpakaian security yg tersenyum sambil melambaikan tangan.

Saya coba ingat2 kenapa dia masih ingat saya padahal saya jarang ke bank itu, terakhir bbrp hari yg lalu utk print out buku dan ya, bapak itu yg menerima saya sambil membuka halaman pertama mempersilahkan duduk kemudian berjalan ke CS dan berkata silahkan tunggu pak dokter..

Mungkin begitulah salah satu poin service of excellence. Begitu menyentuh ketika kita diingat padahal hanya sesekali datang, dibandingkan dua bank lain yang mungkin hampir tiap hari saya mondar-mandir (merencanakan perampokan *grin) ke sana.

As simple as that, tapi bisakah kita mengingat satu persatu pelanggan kita bahkan yang hanya sesekali datang untuk belanja hanya Rp 1.000?

Food for your thoughts

What’s in it for me?

Seringkali saya (mungkin Anda juga) ketika dikenalkan orang baru atau ditawarkan sesuatu akan langsung berpikir : “Apa untungnya buat saya?”

Apakah baik berpikiran seperti itu? Saya akhirnya cenderung akan memilih dengan siapa saya akan berkenalan atau dengan kondisi apa saya akan membeli tawaran tersebut.
“Kalau gak menguntungkan buat apa?”

Nah nanti saya akan bahas pemikiran saya tentang hal ini
Stay tune

Sebuah pilihan

Kadang ketika kesempatan datang kita akan menghadapi dilema : mundur atau hajar?
Untuk yang tidak pernah atau sedikit mendapat penawaran, kadang tawaran datang sekali-kalinya, meskipun jelek tapi tetap kita ambil.

Bagaimana jika kita sendiri membuka lebar2 pintu kesempatan untuk datang, sehingga tidak terpaku pada satu tawaran jelek yang akhirnya malah membebani?

Pilihan untuk lebih cerdas atau menerima apa adanya ada di tangan Anda

Price You Pay

Ada harga yang harus dibayar untuk setiap tindakan maupun pembiaran.
Entah Anda menghabiskan waktu dengan menonton film, bermain game,  duduk berleha-leha, dan apapun itu produktif ataupun tidak.

Harganya adalah waktu Anda