Susi Pudjiastuti

Lionel:

Susi Pudjiastuti : “Dunia tidak kejam kok. Saya percaya. Yang penting kita harus jujur, kerja keras, menepati apa yang sudah kita janjikan.’

Originally posted on Rustikaherlambang's Weblog:

susi pudjiastuti

Berlayar dalam Gelombang

“Jangan pernah berpikir bahwa dunia akan memberimu tempat istimewa karena kamu seorang perempuan!”


Kisah ini berasal dari pantai Pangandaran. Bahkan mungkin juga akan berakhir di Pangandaran. Seorang anak kecil suka berdiri di sana. Matanya memandang lepas ke lautan. Membayangkan dirinya menjadi seorang ahli kelautan suatu saat. Memiliki kapal selam agar bisa menyelidiki sendiri rahasia di kedalaman. Kini perempuan itu sudah dewasa. Ia tumbuh dalam terpaan angin dan udara lautan. Itu yang membuatnya terlihat lebih matang dan perkasa. Meski demikian, tak ada yang berubah dari penampilannya. Masih tetap dengan rambut ikal yang kadang membuatnya terlihat sensual. Masih suka memandang lautan. Tapi ia bukanlah ahli kelautan seperti cita-citanya. Ia lah penguasa hasil laut dengan teknologi termodern di Indonesia yang kini beranjak ingin menguasai udara. Perempuan yang sudah berdaya itu bernama Susi Pudjiastuti.

View original 1,850 more words

Pelajaran Dari Film King Kong (2005)

king kong

Sudah pernah nonton film King Kong? Bila sudah, saya mau berbagi apa yang saya dapat setelah kesekian kali menonton film ini.

Film Action-Drama ini menunjukkan bahwa terkadang keserakahan hanya mendapatkan keuntungan sesaat, bahkan merugikan orang lain. Jadi, ingatlah untuk berbagi rejeki dengan orang lain, berbagi pekerjaan / proyek dengan orang lain (yang bisa dipercaya tentunya), dan berbagi ilmu dengan orang lain.

Ingat, berbagi tidaklah menurunkan kuantitas kekayaan (ilntelektual, harta, dll), tetapi malah meningkatkan kualitas kekayaan Anda. Gak percaya? Buktikan dulu ya…

Salam

Quotes 16 Oktober 2014. Penyesalan sesaat?

Penyesalan selalu datang di belakang. Kalau datang di depan namanya kesadaran.

Baru saja dengar kabar saudara mengalami KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), dan si pelaku sekarang menyesal. Setelah ditelusuri ke belakang ternyata sudah beberapa kali kekerasan terjadi.

Banyak kasus kejahatan, pelaku akan menyesal setelah ditangkap. Tetapi penyesalan akan sia-sia ketika kejadian berulang kembali.

Bagaimana menurut Anda?

Quotes 12 Oktober 2014. Keyakinan dan Nasib Anda

“Believe that you will succeed, and you will”
Dale Carnegie, 1888-1955

“Whether you think you can, or you think you can’tyou‘re right.” ― Henry Ford

Henry Ford Quotes

Berbicara keyakinan, ternyata kita dapat memilih lho.. Apakah Anda yakin bisa atau bahkan sebaliknya itu semua di tangan Anda. Lalu bagaimana memilih keyakinan yang benar dan mengembangkannya?

Seperti suatu ketika saya bertemu seorang pasien yang berkata “Saya tidak bisa menurunkan berat badan saya”, maka mau diberi obat pelangsing semahal apapun, obat penurun nafsu makan sebagus apapun, dia tetap datang kembali dengan keluhan yang sama : kelebihan berat badan!

Pikiran Anda akan bersinergi dengan otak dan susunan syaraf Anda. Ketika Anda bilang tidak bisa, otak akan menuruti perintah Anda untuk menyesuaikannya misal pada kasus pasien ‘kelebihan berat badan’ di atas. Alih-alih membatasi jenis makanan, otaknya akan membuat pasien berpikir rasional dengan “Ah, saya khan sudah minum obat mahal, segelas es krim pasti tidak apa-apa..” Begitulah hari demi hari otak akan menjalankan perintah Anda. Kelihatannya sederhana bukan?

Pilihan Anda di awal hari menentukan kesuksesan (atau kehancuran) Anda.

Choose wisely, mate..!!

Quote 11 Oktober 2014. Gagal Lalu Putus Asa?

Seseorang yang putus asa tidak pernah menang dan seorang pemenang tidak pernah putus asa.

Pernahkan, merasa hopeless, patah semangat, putus asa ketika mengalami kegagalan? Padahal sebenarnya kegagalan bukanlah secara harfiah berarti kita tidak mampu / tidak bisa, melainkan kegagalan adalah sebuah pembelajaran yang bisa dibilang tidak murah (School of Hard Knocks) bagi sebagian orang, bahkan sampai penentu ajal seseorang. Amit.. amit deh.. (Baca : Hubungan Kegagalan dan Bunuh Diri Di Jepang)

Menurut Daniel Goleman, penulis buku Emotional Intelligence, yang menentukan kesuksesan seseorang adalah bagaimana orang tersebut berreaksi terhadap pengaruh eksternal terhadap diri mereka. Entah itu tekanan kerja, cemoohan orang, putus hubungan dengan pacar, atau berbagai pengaruh lainnya. Jadi, mantabkan tekadmu, anggap kegagalan sebagai batu loncatan menjadi manusia yang lebih baik. Seburuk apapun harimu matahari tetap akan bersinar esok hari. Songsong mataharimu..

CHEERS MATE..!!

Wisata Kabut Asap di Jambi

Kemarin tanggal 8-9 Oktober 2014 saya berkesempatan melakukan survey lokasi pembongkaran batu split bersama rekan-rekan di kota Jambi dan Sungai Lilin. Bertiga berangkat dari Jakarta menggunakan pesawat Sriwijaya Air yang sempat mengalami delay 40 menit dikarenakan kondisi di bandara Sultan Thaha Syaifuddin yang akan kita tuju, terhalang jarak pandang hanya 200 meter, sedangkan jarak pandang aman untuk mendarat adalah 800 meter (Baca : Kabut Asap Juga Ganggu Bandara Banjarmasin).

20141008_111006_resize 20141008_111024_resize 20141008_111135_resize 20141009_125213_resize

Setibanya di Jambi, kita sempat bersantap di resto padang RM.Aroma Cempaka di daerah kampung manggis. Kata rekan kalau ke resto itu belum cobain ayam goreng dan es jeruk kelapa, berarti gak bisa dibilang sudah mampir ke sana, haha.. ada2 saja.. Cuma sayang jeruknya bukan jeruk murni tapi jeruk Nutris*ri.. haha..

AROMA CEMPAKA es kelapa jeruk

Gambar es jeruk kelapa hanya ilustrasi, karena lupa dokumentasi

Setelah berkeliling ke kantor user, dan rencana survey lokasi bongkar yang akhirnya dibatalkan karena ada kendala jembatan dan kondisi kedalaman air sungai yang tidak memungkinkan untuk kapal besar, kita memutuskan untuk menginap di hotel Lestari. Tarifnya berkisar antara IDR 200,000 s/d 275,000.

Hotel Lestari

Esoknya kita pergi ke pelabuhan Talang Duku, Jambi untuk survey lokasi bongkar

Screenshot_2014-10-09-10-29-18_resize 20141009_104322_resize

Demikian sekilas kunjungan kerja kami ke kota Jambi.

sumber

Cara Seorang Milyuner Muda Memandang Uang

Bagi sebagian orang, nama Dustin Moskovitz mungkin tidak setenar Mark Zuckerberg. Namun, dia adalah satu diantara pendiri situs jejaring sosial Facebook, bersama Zuckerberg, Eduardo Saverin dan Chris Hughes pada tahun 2004. Waktu itu usia meraka masih awal 20-an sebagai mahasiswa Harvard University.
Image
Saat ini, tahun 2014 usia Moskovitz 29 tahun, dan dia bercokol dalam deretan anak muda di bawah 30 tahun yang terkaya di dunia versi majalah Forbes. Moskovitz yang kini mendirikan Asana.com memiliki kekayaan USD 6,8 miliar. Dia berderet dengan tiga anak muda lainnya, Parenna Kei, 24 tahun (Logan Property) dengan kekayaan USD 1,3 miliar, Anton Kathrein Jr., 29 tahun (Werge AG, antena) kekayaan USD 1,35 miliar, dan Mark Zuckerberg, 29 tahun (Facebook) dengan kekayaan USD 28,5 milyar.

Moskovitz tidak sampai bertahan lama di Facebook, hanya 4 tahun. Pada 2008 dia cabut dari FB dan menjual saham kepemilikannya sebesar 6% senilai USD 1,4 miliar. Setelah keluar dari FB dia membuat situs project management dengan nama asana.com. Asana diambil dari nama gerakan dalam yoga.
Image
Oleh banyak kalangan, Asana diyakini sebagai web services yang efisien digunakan untuk kegiatan pribadi maupun kelompok yang membutuhkan task management (pengaturan tugas). Dia membuat web tersebut karena pengalamannya ketika di Facebook sering memimpin proyek pembuatan aplikasi yang dikerjakan banyak orang dalam sebuah tim. Tak heran bila kemudian Asana mendapatkan banyak gelontoran dana dari investor, antara lain Benchmark Capital dan Andressen Horowitz sekitar USD 9 juta. Penggunanya pun tumbuh pesat, sekitar puluhan ribu data project management ada di situ. Karenanya, nilai kapitalisasi Asana pun tumbuh terus karena dinilai efektif dan banyak pengguna. 

Menurut Forbes, kekayaan Moskovitz naik pesat atau meningkat 245 persen pada tahun lalu. Selain dari uang penjualan saham di Facebook, peningkatan nilai perusahaan Asana, juga karena Moskovitz membeli saham Digital Sky Technologies sebuah perusahaan patungan Eropa yang melakukan investasi ke Facebook sebesar USD 200 juta. Saham FB naik, harta Moskovitz otomatis naik juga.

Namanya tiba-tiba membetot dunia, ketika dalam acara Oprah Winfrey, akhir tahun lalu dia menyumbangkan uang sebesar USD 100 juta, yang diperuntukkan ke beberapa sekolah di Newark, AS. Sumbangan itu merupakan rekor untuk pemuda seusianya. Moskovitz juga menyumbangkan sebagian kekayaannya untuk yayasan Bill & Melinda Gates yang bergerak di amal untuk edukasi. Kecuali itu, Moskovitz juga memberikan dana USD 70 ribu untuk Proposition 19, sebuah RUU tentang pengaturan barang psikotropika di California dengan maksud mengurangi kejahatan.

Apa yang Anda bayangkan tentang Moskovitz mungkin senada dengan kebanyakan orang, yakni anak muda milioner, mampu membeli apapun, tinggal di rumah mewah, foya-foya, kemana-mana pakai VVIP class, bahkan jet pribadi, dan sebagainya. Bahkan kalau misalkan dia di Indonesia, bisa saja nyaleg atau bahkan nyapres. 

Tapi bayangan itu salah. Sebab, kebiasaan hidup teman sekos Zuckerberg ini bertolak belakang dengan kekayaannya. Mozkovitz masih suka naik sepeda kalau ke kantor, masih tinggal di tempat tinggal sewaan. Ketika suatu hari dipergoki oleh wartawan Forbes, Moskovitz tampak sedang antre chek-in di lajur biasa, dan naik pesawat kelas ekonomi. Padahal, wartawan itu ikut menyaksikan ketika Moskovitz wawancara dengan Bill Gates dan Melinda Gates untuk komitmennya menyerahkan setengah hartanya buat yayasan milik Bill Gates.

Tampaknya, Moskovitz punya pandangan lain tentang uang dan harta. “Saya tidak pernah merasa uang itu milik saya. Uang adalah resource, sesuatu yang bisa kita gunakan untuk membuat dunia lebih baik,” ucap Dustin Moskovitz saat ditanya pendapatnya tentang uang. Uang atau harta ternyata tak mengubah gaya hidupnya yang tetap sederhana.

Ucapan itu dibuktikan ketika dia membuat Asana. Pengalaman praktisnya di Facebook tidak disia-siakan. Dia buat web yang di dalamnya berisi banyak aplikasi untuk manajemen proyek yang diberikan secara gratis. Menurut dia, Asana dimulai dengan misi untuk membantu umat manusia berkembang, dan memungkinkan semua tim untuk bekerja sama dengan mudah dan efisien.

Asana sebenarnya perusahaan kecil dengan tim di bawah 100 orang, sebagian besar anak-anak muda yang memiliki semangat dan kreativitas. Dalam penjelasan di situsnya, Asana membahas dan membantu soal strategi pertumbuhan alternatif. Diharapkan dengan Asana perusahaan bisa bertumbuh pesat dengan staf yang efisien. Bekerja secara kolektif yang terdokumentasi akan mampu membuat pencapaian pendapatan yang besar.

Kekayaan yang besar dari Moskovitz tampaknya bukan pada uang itu semata. Tapi lebih dari itu. Sikap hidupnya, cara pandang tentang kekayaan, dan nilai-nilai dirinya cukup menarik. Menurutnya apabila harta bisa memberikan manfaat buat orang lain secara berkelanjutan, itu sangat menyenangkannya. Hal ini mengingatkan kita pada seorang filsuf Jerman yang sohor, Friedrich Nietzsche yang hidup pada 1844-1900, yang mengatakan : “Barang siapa yang tidak mampu memberi apa-apa, dia juga tidak bisa merasakan apa-apa”.

Meski sebenarnya dia bisa hidup nikmat di Facebook yang kian tumbuh, tak membuat Moskovitz terantuk menikmati zona nyaman. Dia memilih memulai sesuatu dengan membangun Asana.com. Ini menunjukkan bahwa dia memiliki kekayaan ide yang luar biasa dan bertekad mewujudkannya hingga berhasil. Keberanian untuk berubah jualah, yang menjadi kekayaan jiwanya.